ILMU BUDAYA DASAR KE 3

Sastra
Sastra Indonesia, adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah “Indonesia” sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut.
Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura.
Sastra Indonesia terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:
 lisan
 tulisan
• Seni
Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta)
• Peranan Sastra
Pembelajaran sastra sejak dulu sampai sekarang selalu menjadi permasalahan. Tentusaja permasalahan yang bersifat klasik tetapi hangat atau up to date. Umumnya yangselalu dikambinghitamkan adalah guru yang tidak menguasai sastra, murid-muridyang tidak apresiatif dan buku-buku penunjang yang tidak tersedia di sekolah.Padahal, pembelajaran sastra tidak perlu dipermasalahkan jika seorang guru memilikistrategi atau kiat-kiat yang dapat dijadikan sebagai alternatif
• Pengertian prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
• Jenis-jenis prosa
Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis:
Prosa naratif
 Prosa deskriptif
 Prosa eksposisi
 Prosa argumentatif
• Bentuk-bentuk prosa baru
 Roma
 Novel
 Cerpen
 Riwayat
 Kritik
 Resensi
 Esai

• Kompones prosa lama

 Cerita pencdek
 Sketsa
 Roma
 Novel
 Cerita bersambung

• Nilai-nilai di dalam prosa fiksi

 Prosa fiksi memberikan kesenangan
 Prosa fiksi memberikan informasi
 Prosa fiksi memberikan warisan kultural

• Contoh karya sastra

 Bentuk-bentuk Karya Sastra Melayu Klasik

Karya Sastra Melayu Klasik – Gurindam Dua Belas
Kumpulan gurindam karya Raja Ali Haji, Kepulauan Riau. Dinamakan Gurindam Dua Belas sebab berisi 12 masalah, diantaranya tentang ibadah, kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, tugas orang tua kepada anak, budi pekerti dan hidup bermasyarakat.

Karya Sastra Melayu Klasik – Hikayat
Salah satu bentuk sastra prosa yang berisikan tentang kisah, cerita, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama. Baca Hikayat Hang Tuah.

Karya Sastra Melayu Klasik – Karmina
Populer disebut pantun kilat adalah pantun dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua langsung isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya dipakai untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
– Contoh:
“Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu masih bertanya pula”

• Pengertin Puisi

Dipandang dari segi bangunan bentuknya pada umumnya puisi dianggap sebagai pemakaian atau penggunaan bahasa yang intensif; oleh karena itu minimnya jumlah kosa katayang digunakan dan padatnya struktur yang dimanipulasikan,namun justru karena itu berpengaruh kita dalam menggerakkan emosi pembaca karena gaya penuturan dan dayalukisnya. Bahasa puisi dikatakan lebih padat lebih indah, lebih cemerlang dan hidup(compressed, picturesque, vivid) daripada bahasa prosa atau percakapan sehari-hari.Bahasa puisi mengandung penggunaan lambang-lambang metaforis dan bentuk- bentuk intutive yang lain untuk mengekspresikan gagasan, perasaaan dan emosi oleh karena puisi senantiasa menggapai secara eksklusif ke arah imajinasi dan ranah (domain) bentuk- bentuk emotif dan artistiknya sendiri.Kepadatan bahasa puisi itu sebenarnya sangat berkaitan. Secara sinkron dan integratif dengan upaya sang penyair dalam memadatkan sejumlah pikiran, pcrasaan dan emosi serta pe-ngalaman hidup yang diungkapannya.

Hal yang membedakan seorang penyair dari pengarang prosa adalah karena kemampuannya dalam mengekspresikan hal-hal yang sangat besar dan luas dalam bentuk yang ringkas dan padat.Dipandang dari segi isinya puisi yang bagus merupakan ekspresi yang paling benar (genuine expression) atas kcseluruhan kepri-badian manusia dan kerena itu ia dapatmenyampaikan secara luar biasa keinsyafan pikiran dan hari manusia tehadap pcngalamandan peristiwa kehidupan. Dengan demikian fenomen- budaya puisi itu tcrcipta dalam prosesyang kira-kira bisa dibagankan sebagai bcrikut

• Kreativitas penyair dalam membangun puisi


1. Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb         sehinggga puisi menjadi segar, hidup menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
2. Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3. Kata-kata yang berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan sehingga lebih menggugah hati.

• Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :

 Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut ” pengalaman perwakilan “. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar sekumpulan pengalaman langsung yang terbatas. Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.

• Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual
Dengan membaca puisi kita diajak untuk dapat menjenguk hati / pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri. Karena melalui puisinya penyair menunjukkan kepada pembaca bagian lain dalam hati manusia, dan menjelaskan pengalaman setiap orang.

• Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang terlibat dalam issue dan problem sosial. Secara imaginatif, puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :

Penderitaan atas ketidakadilan
Perjuangan untuk kekuasaaan
Konflik dengan sesamanya
Pemberontakan terhadap hukum Tuhan
Puisi pada umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi adalah cinta kasih.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Indonesia
http://www.crayonpedia.org/mw/Pengertian_seni_,_cabang-cabang_seni,_unsur-unsur_seni,_sifat_dasar_seni_secara_umum_7.1
http://id.wikipedia.org/wiki/Prosa
http://www.scribd.com/doc/67315244/19/Nilai-nilai-di-dalam-prosa-fiksi
desilaila.multiply.com/journal/item/17/BAB_3_IBD_KONSEPSI_ILMU_BUDAYA_DASAR_DALAM_KESUSASTRAAN?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Iklan
By lutfiabdulloh Posted in Tugas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s